February 26, 2026

Stop Salah Pilih, Insight Gathering Ramadhan Inklusif di Batu Tanpa Sekat Sosial

Insight Gathering Ramadhan Inklusif di Batu Tanpa Sekat Sosial

 Menyelenggarakan gathering Ramadhan yang inklusif adalah wujud nyata empati perusahaan, yang bisa diaplikasikan melalui manajemen konsumsi yang bijak, aktivitas paralel yang edukatif, dan komunikasi internal yang merangkul keberagaman. Lewat perencanaan yang matang dan pemilihan vendor yang fleksibel, agenda tahunan ini tidak hanya mengakomodasi hak semua karyawan, tetapi juga menjadi fondasi kuat untuk menciptakan iklim kerja yang lebih harmonis dan kolaboratif.

Bulan suci membawa dinamika baru yang butuh kepekaan ekstra dari tim HRD. Di satu sisi, kita ingin mendukung antusiasme ibadah karyawan Muslim, namun di sisi lain, rekan non-Muslim seringkali dihantui rasa sungkan terutama saat jam makan siang tiba.

Jika dibiarkan tanpa aturan main yang jelas, niat baik untuk saling menghargai justru bisa memicu sekat sosial tak kasat mata yang menjauhkan kedekatan tim.

Oleh karena itu, menyusun agenda perusahaan harus dilakukan dengan sangat taktis agar tetap efektif. Berikut adalah beberapa realita lapangan yang sering HRD hadapi:

  • Risiko Disengagement: Karyawan minoritas merasa ditinggalkan saat mayoritas fokus pada kegiatan religius eksklusif.
  • Kecanggungan Logistik: Kebingungan mengatur area pantry atau jam makan siang agar semua pihak merasa nyaman.
  • Penurunan Produktivitas: Rasa sungkan yang berlebihan justru menghambat komunikasi dan kolaborasi tim sehari-hari.

 

 

Apa Saja 3 Aturan Emas untuk Gathering Ramadhan?

Untuk menciptakan suasana yang harmonis dan penuh toleransi, kita butuh strategi nyata, bukan sekadar imbauan lisan. Ulasan ini akan membedah tiga strategi utama yang wajib kamu terapkan untuk menyatukan seluruh tim tanpa ada yang merasa terpinggirkan.

Mari kita bahas satu per satu langkah taktis yang bisa langsung dieksekusi oleh tim komite acara kantormu.

1. Bagaimana Melakukan Manajemen Konsumsi Siang Hari Tanpa Rasa Canggung?

Karyawan non-Muslim tetap membutuhkan asupan nutrisi yang layak selama acara agar produktivitas tim terjaga. Sebagai solusinya, kamu tidak perlu melarang mereka makan. Cukup sediakan area makan khusus yang tertutup, nyaman, dan tidak berada di jalur utama lalu lalang peserta. 

Cara elegan ini memastikan mereka bisa makan dengan tenang, sementara rekan yang berpuasa tetap nyaman tanpa gangguan visual atau aroma makanan.

  • Sediakan area makan dengan partisi atau ruangan tertutup khusus di jam-jam rawan lapar.
  • Edukasi seluruh karyawan untuk saling menjaga tata krama, seperti tidak makan atau minum sambil berjalan di area terbuka.
  • Jika gathering dilakukan di luar kota dengan hawa dingin seperti Batu, pastikan vendor menyediakan ruang privat yang hangat dan layak bagi minoritas.

 

💡 Baca Juga: Jangan Sampai Nombok! Panduan Mengurus SPJ dan Invoice Rafting Kantor yang Legal

 

2. Apa Opsi Aktivitas Paralel yang Seru dan Edukatif?

Seringkali, rangkaian acara Ramadhan diisi dengan kajian religius atau tausiyah menjelang waktu berbuka. Bagi karyawan Muslim, ini adalah momen spiritual yang sangat dinanti. Tapi, bagaimana dengan rekan non-Muslim?

Membiarkan mereka duduk diam di sudut ruangan sambil bermain ponsel jelas bukan gambaran dari budaya perusahaan yang inklusif. Kita harus proaktif menyiapkan aktivitas pengganti yang sama bernilainya, edukatif, dan tidak kalah menyenangkan.

  • Sebagai HRD, kamu bisa menyusun kegiatan kolaboratif kreatif, seperti team building low impact di bulan Ramadhan yang tetap aman dan relevan untuk semua orang.
  • Buat sesi workshop pengembangan soft skill secara paralel, seperti kelas optimasi media sosial, fotografi smartphone, atau creative thinking.
  • Sediakan area khusus board games atau aktivitas ice breaking ringan yang mengundang tawa.
  • Kamu juga bisa menyisipkan ide kegiatan ngabuburit yang seru untuk mempererat tim dari berbagai divisi menjelang waktu berbuka puasa.

 

3. Bagaimana Membangun Komunikasi Empatik untuk Merangkul Perbedaan?

Penyampaian informasi ke seluruh divisi sama pentingnya dengan isi informasi itu sendiri. Saat merilis jadwal dan tata tertib acara, gunakan gaya bahasa visual maupun tulisan yang inklusif, hangat, dan merangkul seluruh audiens.

Hindari penggunaan kata-kata larangan yang kaku, bernada ancaman, atau terkesan mendiskriminasi. Sebaliknya, gunakan kalimat persuasif bernada ajakan yang menumbuhkan rasa saling pengertian antarkolega.

Sebagai contoh, daripada menulis "Dilarang keras makan di area umum", akan terasa jauh lebih humanis jika diganti dengan "Untuk kenyamanan bersama, area makan siang dan coffee break telah kami siapkan khusus di Ruang Anggrek."

  • Buat draf komunikasi internal (email atau poster) yang menyoroti semangat kebersamaan dan toleransi.
  • Pastikan kamu membuat rundown acara gathering sekaligus halal bihalal yang seimbang dan membagikannya jauh hari.
  • Ajak perwakilan karyawan dari latar belakang berbeda saat finalisasi susunan acara agar semua kekhawatiran bisa diantisipasi.

Karyawan beragam latar belakang bermain board game seru saat gathering Ramadhan.
Karyawan beragam latar belakang bermain board game seru saat gathering Ramadhan.

Mengapa Memilih Vendor Gathering yang Fleksibel Sangat Krusial?

Kesuksesan gathering di Batu saat Ramadhan ditentukan oleh fleksibilitas vendor atau EO pilihanmu. Bermitra dengan vendor profesional yang peka terhadap inklusivitas adalah kunci.

Mereka harus tangkas mengeksekusi treatment logistik khusus, mulai dari menyusun jadwal berlapis hingga menyediakan fasilitas silang yang nyaman bagi seluruh peserta.

Menurut riset independen dari platform Glassdoor mengenai keberagaman dan inklusi di tempat kerja (2020), 76% karyawan dan pencari kerja menganggap tenaga kerja yang beragam dan inklusif sebagai faktor krusial dalam mengevaluasi tawaran pekerjaan atau mempertahankan posisi mereka.

Vendor yang berpengalaman akan selalu berinisiatif menanyakan dietary restriction seluruh peserta sebelum hari H tiba.

Selain itu, kelancaran logistik transportasi tak kalah penting. Oleh karena itu, kamu wajib membaca panduan memilih lokasi gathering dengan akses bus besar agar mobilitas seluruh anggota rombongan tetap terjamin dan tidak membuang energi secara percuma.

  • Pilih vendor yang transparan dalam rincian harga dan siap mengakomodasi request logistik khusus tanpa membebankan hidden fee.
  • Pastikan lokasi vendor memiliki opsi ruangan indoor yang cukup luas untuk melaksanakan sesi paralel tanpa saling mengganggu.
  • Pelajari portofolio mereka secara detail, vendor berkualitas tentu memiliki jam terbang tinggi dalam menangani grup dengan profil audiens yang majemuk.

 

Mengapa Toleransi Menjadi Kunci Perusahaan?

Menurutku menciptakan lingkungan kerja yang toleran dan inklusif bukanlah sekadar checklist administratif tahunan bagi departemen HRD, melainkan sebuah strategi bisnis berkelanjutan dari tingkat top-downSaat talenta di perusahaan merasa dihargai eksistensinya baik mereka yang berpuasa maupun tidak iklim kerja akan jauh lebih harmonis, kepuasan karyawan akan melonjak, dan otomatis tingkat turnover akan menurun drastic

 

 

FAQ

1. Apakah karyawan non-Muslim wajib mengikuti agenda buka bersama?

Sebaiknya status acara ini adalah "undangan opsional yang sangat dianjurkan". Buka bersama adalah momen mencairkan suasana yang hangat, namun hindari menjadikannya paksaan yang membebani moral. Biarkan mereka hadir karena panggilan solidaritas dan rasa nyaman.

2. Bagaimana jika ada peserta yang memiliki kebutuhan diet khusus selain tidak berpuasa?

Di sinilah letak peran proaktif HRD. Tim panitia wajib menyebarkan kuesioner preferensi konsumsi jauh sebelum acara. Data intoleransi laktosa, vegetarian, atau alergi ini kemudian dikoordinasikan kepada vendor agar disiapkan porsi khusus dengan food tag yang jelas.

3. Bolehkah mengadakan sesi hiburan santai atau musik saat gathering di bulan puasa?

Sangat boleh, asalkan frekuensi dan volumenya disesuaikan dengan urgensi acara. Hindari dentuman musik yang terlalu ingar-bingar. Pilihlah format musik instrumental atau akustik santai yang mendukung suasana perbincangan tanpa merusak kekhidmatan waktu ibadah.

4. Bagaimana cara menegur karyawan yang bersikap kurang toleran tanpa memicu drama?

Lakukan pendekatan yang persuasif secara tatap muka (1-on-1). Hindari memberi sanksi moral di depan rekan kerja lainnya. Sampaikan evaluasi berlandaskan pada komitmen core values perusahaan terkait nilai-nilai keberagaman agar komunikasi tetap profesional.

 

 

Siap Wujudkan Ramadhan yang Merangkul Semua?

Keberhasilan sebuah agenda corporate gathering di tengah nuansa Ramadhan tidak semata-mata diukur dari seberapa megah lokasinya, melainkan dari seberapa tinggi nilai empati yang terbangun di antara peserta.

Menghormati mereka yang sedang beribadah sama mutlaknya dengan menjamin kenyamanan mereka yang tidak menjalankannya.

Dengan merancang skema manajemen konsumsi siang yang cerdas, mengeksekusi aktivitas paralel yang menstimulasi skill, serta menjalin komunikasi yang merangkul, kamu telah menanamkan pondasi etos kerja yang brilian. Memilih vendor profesional yang solutif di area Batu adalah langkah final untuk menyempurnakan strategi ini.

Sudah siap menjadikan gathering tahun ini sebagai standar emas budaya inklusif di perusahaanmu?

✍️ Published by Yolanda Deva Apriliana Putri (YUL)

 

Postingan Terkait

Cari Blog Ini

PROMO