Salah Kostum Bisa Bahaya! Outfit Rafting Aman dan Nyaman
Pernah lihat orang pulang rafting bukannya cerita seru, malah ngomel karena “kok aku kedinginan”, “celanaku berat banget”, atau “sepatu hilang kebawa arus”?
Jujur ya, banyak drama rafting itu bukan karena jeramnya… tapi karena kostumnya salah.
Dan biasanya baru kerasa setelah basah total: baju nempel, gerak jadi susah, badan menggigil, sampai lecet-lecet karena bahan yang nggak cocok.
Padahal kalau dari awal kamu pakai outfit yang tepat, kamu bisa fokus ke hal yang penting: menikmati pengarungan, ketawa bareng tim, dan foto-foto yang enak dilihat.
Kenapa Outfit Rafting Itu Bukan Sekadar “Biar Keren di Foto”
Rafting itu aktivitas air dan aktivitas fisik. Jadi outfit kamu harus menjawab 3 hal sekaligus:
1. Aman (nggak bikin tenggelam/nyangkut/ngelimit gerak)
2. Nyaman (nggak bikin menggigil atau lecet)
3. Praktis (cepat kering, gampang ganti, nggak ribet saat briefing)
Kalau salah kostum, efeknya bukan cuma “risih”, tapi bisa ganggu konsentrasi dan bikin kamu jadi peserta yang gampang panik.
Fatal Error Nomor 1: Pakai JEANS (Serius, Jangan)
Jeans itu musuh bebuyutan aktivitas air. Alasannya simpel:
- Berat saat basah → bikin kaki terasa “ketarik” dan cepat capek.
- Lama kering → kamu kedinginan lebih lama setelah finish.
- Kaku → gerak jongkok, naik-turun perahu, atau posisi “safety” jadi nggak fleksibel.
Banyak panduan rafting menyarankan hindari bahan katun karena menyerap air dan bikin tubuh lebih mudah kehilangan panas (alias cepat dingin).
Jeans yang umumnya berbahan katun tebal jadi dobel masalah.
Kesimpulan kerasnya: mau kamu jago atau pemula, jeans itu bukan “outfit santai”. Itu outfit pemicu drama.
Material Terbaik: Dry-Fit, Jersey, atau Polyester
Kalau kamu bingung, pegangan paling aman: pilih bahan sintetis yang quick-dry.
- Dry-fit / polyester: ringan, cepat kering, enak buat bergerak.
- Jersey olahraga: nyaman, nggak bikin seret saat basah.
- Spandex/lycra (secukupnya): pas di badan, enak untuk layering, tapi pilih yang kualitasnya bagus biar nggak panas.
Panduan outfit rafting umumnya menyarankan pakaian sintetis, bukan katun, dan menyesuaikan dengan kondisi air/cuaca.
Outfit Arung Jeram yang Nyaman
Pakai checklist ini biar nggak mikir kebanyakan.
Atasan (pilih 1–2 layer)
- Kaos dry-fit lengan pendek / panjang
- Kalau kamu gampang kedinginan: tambah rashguard atau base layer tipis
Bawahan (ini yang sering salah)
- Celana pendek olahraga berbahan polyester/quick-dry
- Atau celana panjang legging/sport pants yang ringan (buat yang nggak suka paha kebuka)
Kalau kamu cari celana pendek untuk rafting, pastikan bahannya quick-dry dan pinggangnya nyaman (karet + tali). Hindari yang terlalu longgar biar nggak “ketarik” arus.
Alas kaki (wajib dipikirin!)
- Sandal gunung bertali kuat atau water shoes
- Hindari: sandal jepit (mudah lepas), sepatu fashion (berat), sepatu dengan sol licin
Banyak panduan rafting juga menekankan pentingnya alas kaki yang aman untuk permukaan basah/licin.
Aksesori kecil yang sering menyelamatkan hari
- Tali kacamata (kalau berkacamata)
- Dry bag kecil (kalau operator memperbolehkan bawa barang tertentu)
- Handuk kecil + baju ganti siap “sat set”
Warna Outfit: Bukan Cuma Estetik, Tapi Juga Visibilitas
Aku paham, kamu pasti mikir: “Aku mau yang bagus di foto.” Boleh banget. Tapi ada bonus penting: warna cerah lebih mudah terlihat di air (dan lebih gampang dikenali teman/guide saat kondisi rame).
Banyak edukasi keselamatan air juga menganjurkan warna yang lebih “nendang” dibanding warna yang gampang menyatu dengan warna air.
Rekomendasi aman:
- Neon/kuning stabilo/oranye/merah/limau
- Hindari warna yang terlalu “nyaru” dengan air/lingkungan (apalagi kalau kamu tipe yang suka “jalan sendiri” pas turun-naik area sungai)
Sesuaikan Outfit dengan “Musim” dan Suhu Air (Biar Nggak Kaget)
Ini bagian yang sering disepelekan: bukan cuma cuaca di parkiran, tapi suhu air dan angin setelah kamu basah.
Kalau cuaca dingin/berangin
- Prioritaskan atasan lengan panjang quick-dry
- Siapkan jaket tipis (dipakai setelah finish, bukan saat pengarungan)
Kalau cuaca panas
- Kaos dry-fit + celana quick-dry cukup
- Jangan lupa sunscreen (sebelum start), tapi hindari yang bikin licin di tangan (biar pegangan dayung tetap aman)
Mini Panduan untuk Rombongan Kantor/Kampus
Kalau kamu panitia, ini “template” aturan outfit yang gampang disebar di grup:
Tulis jelas: “Boleh” dan “Dilarang”
Boleh: dry-fit, jersey, polyester, sandal gunung, water shoes
Dilarang: jeans, jaket tebal katun, sandal jepit, sepatu kulit/boots berat
Ingatkan soal baju ganti
Satu hal yang bikin peserta ngomel itu bukan raftingnya tapi nunggu giliran bilas sambil kedinginan.
Baju ganti yang proper bikin semua lebih waras.
Outfit Rafting yang Tepat Itu Investasi Antidrama
Kalau kamu cuma ingat satu kalimat dari artikel ini, ingat ini: rafting yang nyaman dimulai dari bahan baju, bukan dari pose foto.
Nggak ada yang pengin momen seru jadi rusak gara-gara jeans berat, sandal lepas, atau menggigil setelah finish.
Jadi sebelum berangkat, cek outfit kamu sekali lagi biar kamu pulang bawa cerita seru, bukan bawa rasa kapok.
FAQ
1. Apakah boleh pakai kaos katun biasa saat rafting?
Bisa, tapi sangat tidak disarankan karena katun menyerap air dan lama kering, bikin kamu gampang kedinginan dan tidak nyaman.
2. Celana pendek untuk rafting yang aman itu seperti apa?
Pilih yang quick-dry (polyester/dry-fit), tidak terlalu longgar, dan pinggangnya kencang (karet + tali). Hindari jeans atau bahan tebal yang berat saat basah.
3. Wajib pakai sepatu khusus rafting?
Tidak wajib, tapi minimal pakai sandal gunung bertali kuat atau water shoes supaya aman di batu licin dan tidak gampang lepas.
Daftar sumber :
- What to Wear Whitewater Rafting Northern Outdoors
- Hypothermia National Outdoor Leadership School (NOLS)
- Why Kids Shouldn’t Wear Blue Swimsuits in the Water Parents.com
Publish By : Moh. Haidar Ibaddillah (HAI)
.webp)