Cerita Asli Wisatawan, Pengalaman Rafting di Batu Malang yang Sayang Kalau Kamu Cuma Denger Ceritanya
Jujur aja, tiap ke Batu Malang tuh godaannya sama: kulineran, ngafe, foto di spot yang itu itu lagi. Seru sih, tapi kadang pulangnya rasanya "kok gitu doang ya?" Nah, aku ngerasain itu sampai akhirnya ikut rafting bareng rombongan. Awalnya aku sempat mikir, "Ngapain sih? Basah, capek, terus gimana kalau panik?" Tapi ya namanya diajak rame rame, masa aku jadi satu satunya yang mundur.
Dan bener aja, pengalaman rafting itu tipe momen yang susah diulang persis sama. Ada detik deg degan yang lucu, teriak bareng yang bikin lega, sampai momen kecil yang jadi inside joke seminggu setelahnya. Kalau kamu ke Batu Malang dan pengin liburanmu punya satu "highlight" yang berasa cerita ini mungkin bakal bikin kamu mikir, "Harusnya aku coba juga."
Kenapa Aku Akhirnya Ikut (Padahal Awalnya Ragu)
Aku ikut rafting ini gara gara acara "healing bareng" kantor. Kalau dibahas jujur, ini bukan ideku. Aku tim yang kalau liburan maunya santai makan enak, foto sebentar, pulang. Tapi timku tipe yang kalau udah kumpul: pengin ada aktivitas yang bikin kompak.
Di grup chat, ada yang langsung semangat: "GAS RAFTING!" Ada juga yang pura pura sok berani tapi pakai emot ketar ketir. Aku? silent reader. Dalam hati: baju ganti bawa berapa? HP aman nggak?
Yang bikin aku luluh cuma satu: "Sekali sekali lah, biar nggak nyesel." Ya udah, aku ikut.
Perjalanan ke Lokasi & First Impression
![]() |
| Persiapan Rafting |
Udara Batu pagi itu enak banget yang bikin kamu pengin buka kaca mobil dikit, terus pura pura jadi tokoh film roadtrip. Sampai di titik kumpul, suasananya rame tapi nggak chaotic. Ada tempat buat duduk, ada tumpukan helm dan pelampung, dan suara sungai samar samar kayak "halo, siap siap ya."
Yang paling aku ingat: bunyi peluit guide. Piiit! Seketika semua orang refleks ngumpul.
Briefing yang bikin agak tenang
Guide nya ngomong santai tapi tegas. Bukan yang nakut nakutin, tapi jelas. Ada demo cara pegang dayung, posisi duduk, dan hal hal yang "nggak boleh sok kreatif".
Dia sempat bilang, "Kalau ada yang tegang, ngomong ya. Di perahu kita tim."
Aku langsung mikir, oke, setidaknya ini bukan aktivitas yang "survival" sendirian.
Momen-Momen Kunci di Atas Perahu
Detik sebelum turun: excited tapi panik kecil
Pas udah pakai helm dan pelampung, aku ngerasa kayak versi outdoor dari "siap ujian". Temenku yang biasanya pendiem malah jadi paling heboh: "Gue duduk depan ya, biar keliatan keren!"
Aku cuma jawab, "Keren apanya, itu paling basah duluan."
Dia nyengir, "Ya biar dramatis."
Terus peluit bunyi lagi. Piiit!
Guide: "Oke, naik. Duduk yang rapat ya."
Jantungku mulai: duk duk duk. Tapi lucunya, begitu semua udah naik, suasana jadi ketawa ketawa sendiri. Kayak tegangnya kebagi rata.
"Jeram" pertama: teriak bareng, ngakak bareng
Begitu perahu mulai jalan, ada momen hening dua detik. Terus tiba tiba air "ngingetin" kita kalau ini bukan wisata perahu bebek.
Guide teriak, "Ayo dayung satu-dua!"
Kita kompak (atau merasa kompak). Dan pas perahu kena gelombang pertama, satu perahu refleks: "WOOO!"
Aku ketawa karena teriaknya keluar tanpa rencana. Tipe teriak yang bikin lega.
Momen lucu: dayung nggak kompak & sandal hampir lepas
Ada satu momen kita sok pengin rapi, tapi kenyataannya dayung kanan kiri kayak beda server. Yang kiri semangat, yang kanan telat setengah detik.
Temenku nyeletuk, "Ini kok rasanya kayak rapat divisi, ya?"
Aku jawab, "Iya, bedanya ini kalau nggak kompak langsung kebasahan."
Terus ada yang panik kecil: "SANDAL GUE MAU LEPAS!"
Semua ketawa, tapi tetap bantu. Ada yang nyaranin, "Udah, lepas aja sekalian, fokus!" (Nggak ditiru ya intinya jangan ribet di tengah aktivitas.)
Momen keren: view, tebing, dan foto yang natural
Di sela sela seru seruan, ada momen sungai agak tenang. Kamu bisa lihat hijau di kanan kiri, batu batu, dan udara yang beneran beda dari "di kota".
Aku sempat ambil foto cepat (HP aman di dry bag + strap). Bukan foto yang pose niat, tapi foto yang natural: muka basah, senyum nanggung, tapi kelihatan hidup.
Dan itu justru yang paling aku suka. Feed yang biasanya isinya kopi, mendadak punya satu foto yang "bercerita".
Momen ditolong tim: yang takut nggak ditinggal
Ada satu temen yang dari awal agak tegang. Pas kena gelombang berikutnya, dia sempat freeze nggak sampai kenapa kenapa, tapi kelihatan ketakutan.
Guide langsung ngomong pelan, "Tarik napas, lihat aku. Oke? Kamu aman."
Temen sebelahnya nyaut, "Santai, gue ada."
Dan serius, itu momen yang bikin aku mikir: oh, ini tuh bonding yang beneran. Bukan bonding basa basi.
After-Rafting: Capek, Lega, dan Tiba-Tiba Dekat
![]() |
| Nuansa Rafting |
Selesai rafting, rasanya kayak abis ngelepas beban. Tangan pegel, baju basah, tapi hati enteng.
Di area istirahat, semua ngobrolnya kenceng. Bukan karena pengin dominan tapi karena energinya lagi tinggi. Ada evaluasi kecil: siapa yang paling heboh, siapa yang paling kalem, siapa yang "nyaris kehilangan sandal" (ya itu, dibahas mulu).
Aku ngeliat rombongan kami yang biasanya kalau di kantor banyak sekat mendadak cair. Kayak habis punya satu rahasia bareng.
Catatan dari Aku: Tips Singkat Biar Makin Enjoy
Ini bukan panduan teknis, cuma catatan biar kamu lebih nyaman:
1. Bawa baju ganti (wajib, jangan sok tahan).
2. Pakai dry bag + strap kalau bawa HP/action cam.
3. Dengerin briefing walau kamu ngerasa "ah gampang".
4. Makan secukupnya sebelum start (jangan kekenyangan, jangan kosong).
5. Pakai sunblock kalau kamu gampang gosong.
6. Jangan bawa barang ribet (semakin simpel, semakin tenang).
7. Konten boleh, tapi safety nomor satu jangan nekat demi angle.
Penutup
Kalau boleh jujur, penyesalan paling kecil dalam hidup itu bukan karena gagal, tapi karena nggak jadi nyobain. Dan rafting ini masuk kategori itu. Aku berangkat dengan ragu, pulang dengan perasaan puas bukan cuma karena seru, tapi karena ada rasa "hidupnya" yang susah didapet dari wisata yang cuma jalan jalan biasa.
Jadi kalau kamu ke Batu Malang dan lagi pengin pengalaman yang bikin kamu pulang bawa cerita (bukan cuma foto), jangan cuma jadi pendengar cerita temen. Sekali sekali, jadi tokoh utamanya.
FAQ
1. Aman nggak buat pemula?
2. Kalau takut air atau gampang panik gimana?
3. Bawa apa aja yang penting?
4. Durasi rafting biasanya berapa lama?
5. Musim terbaik kapan?
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
• Safety guidelines for paddling/whitewater recreation American Whitewater (americanwhitewater.org)
• Group bonding through shared experiences (overview) Greater Good Magazine, UC Berkeley (greatergood.berkeley.edu)
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan Canva
.webp)


