Cara Memilih Pakaian Rafting yang Tepat yang Nyaman, Aman, dan Siap Hadapi Arus
BATURAFTING - rafting bukan bisa asal comot dari lemari. Banyak pemula mengira “yang penting bisa basah,” padahal pilihan pakaian punya pengaruh besar ke kenyamanan, kelincahan gerak, bahkan keamanan di sungai.
Arus deras, bebatuan licin, angin dingin, sampai panas matahari yang mantul ke air, semuanya menuntut persiapan yang matang.
Dan di antara semua perlengkapan,
pakaian adalah salah satu yang paling sering diremehkan.
Kenapa Pakaian Rafting Nggak Boleh Asal Pilih?
Main air
itu menyenangkan, tapi rafting bukan sekadar basah-basahan santai. Kamu bakal
berhadapan dengan:
- Jeram yang deras
- Batu yang membentur perahu
- Air dingin yang bikin kaget
- Cahaya matahari yang tajam
- Tubuh yang harus lincah
bergerak
Kalau pakaianmu tidak mendukung, bukan cuma tidak nyaman, tapi juga bisa mengganggu keselamatan. Pakaian yang terlalu longgar bisa tersangkut di batu.
Bahan yang
lambat kering bikin tubuh menggigil. Sandal yang licin bikin kamu gampang
terpeleset saat naik turun perahu.
Makanya,
pemilihan pakaian yang tepat bukan hanya soal gaya, tapi juga soal kesiapan
menghadapi sungai.
Rekomendasi Cara Memilih Pakaian Rafting yang Tepat
Di bagian
ini, kita bahas tiap komponen dari atas sampai bawah, biar kamu siap tempur
tanpa ragu.
1. Pilih Bahan yang Cepat Kering
Ini
aturan nomor satu. Gunakan bahan quick-dry seperti:
- polyester
- nylon
- spandex
- dry-fit
Bahan seperti ini tidak menyerap air terlalu banyak, cepat mengering, dan tetap ringan meski basah.
Kenapa penting?
Karena di
perjalanan rafting, kamu akan berkali-kali basah. Bahan yang cepat kering
membantu tubuh tetap hangat, memudahkan bergerak, dan tidak berat saat kamu
harus mendayung.
2. Hindari Pakaian Berbahan Kapas
Ini
kesalahan klasik pemula. Kaos katun memang nyaman… tapi kapas menyerap air
seperti spons.
Begitu
basah:
- berat
- lama kering
- bikin badan menggigil
- mengganggu kelincahan
Kalau sudah basah total, rasanya seperti membawa beban.
3. Gunakan Pakaian yang Pas di Tubuh
Jangan
terlalu ketat, jangan terlalu longgar.
Pakaian
yang terlalu longgar bisa:
- tersangkut batu
- mengganggu saat mendayung
- tersangkut di PFD
(pelampung)
Yang
terlalu ketat bikin sulit bernapas dan ribet bergerak.
Pilih
pakaian dengan fit atletis, menempel tetapi tetap fleksibel.
4. Hindari Pakaian yang Licin
Beberapa
legging fashion atau baju renang tertentu terlalu licin, sehingga mudah
bergeser di tubuh atau membuatmu sulit duduk stabil di perahu.
Untuk
rafting, pilih bahan:
- agak bertekstur
- punya grip pada kulit
- tidak mudah melorot
5. Layering Saat Cuaca Dingin
Rafting
di dataran tinggi seperti Batu, Pujon, atau Bromo bisa terasa dingin, terutama
pagi hari.
Gunakan
layering:
- lapisan dalam: rash guard atau dry-fit
- lapisan luar: wetsuit tipis atau jaket
air ringan
Layering
membantu mengunci panas tubuh tanpa membuatmu kaku.
6. Pakai Alas Kaki yang Nyaman dan Anti-Slip
Alas kaki
adalah bagian paling penting setelah pelampung.
Yang
direkomendasikan:
- sandal gunung (strap kuat)
- sepatu air (aqua shoes)
- sepatu neoprene
Yang
harus dihindari:
- sandal jepit
- heels (yes, pernah ada yang
nekat)
- sepatu licin
- sepatu berat seperti
sneakers biasa
Kamu akan
jalan di bebatuan licin dan masuk keluar perahu. Sepatu yang salah bisa bikin
cedera.
![]() |
| Pakaian Rafting |
7. Perhatikan Pelindung Tambahan
Meskipun
biasanya disiapkan operator rafting, kamu tetap harus tahu fungsi tiap
perlengkapan.
Helmet
Melindungi kepala dari benturan batu dan kayu. Harus pas, tidak goyang saat digerakkan.
PFD (Pelampung)
Wajib dipakai secara benar, terkunci, dan menempel ke tubuh.
Untuk
mencegah lecet saat mendayung. Cocok untuk pemula yang belum terbiasa dengan
repetisi tangan.
8. Pilih Warna Pakaian yang Cerah
Selain
keren difoto, warna cerah juga:
- memudahkan tim rescue
mengenalimu
- terlihat jelas saat perahu
terbalik
- menambah visibilitas di arus
deras
Kuning,
orange, biru terang, merah, semuanya oke.
9. Perlindungan dari Matahari
Meskipun
basah-basahan, kamu tetap bisa terbakar matahari karena pantulan sinar dari
air.
Gunakan:
- sunblock waterproof
- topi sport dengan strap
(jika diperbolehkan operator)
- kacamata dengan tali
pengaman
10. Hindari Aksesoris yang Tidak Perlu
Nggak
perlu bawa:
- gelang
- kalung
- jam mahal
- cincin
- anting besar
Selain
bisa hilang, aksesoris juga bisa tersangkut di tali atau peralatan rafting.
Kesalahan Umum Saat Memilih Pakaian Rafting
Berikut
kesalahan yang paling sering terjadi, terutama untuk pemula:
1. Memakai pakaian kasual sehari-hari
Jeans,
hoodie tebal, jaket bomber, semuanya berat saat basah dan menghambat gerakan.
2. Menggunakan sandal jepit
Sering
hanyut, tidak melindungi kaki, dan sangat licin.
3. Memakai dua lapis pakaian tebal
Tujuannya
menghangatkan tubuh, tapi justru membuatmu lebih cepat menggigil saat basah.
4. Membiarkan pakaian longgar
Berbahaya
saat tersangkut batu atau tali.
5. Membawa ponsel tanpa case waterproof
Operator
rafting sering menemukan HP tenggelam di dasar sungai karena sang pemilik
terlalu percaya diri.
Siap Turun ke Sungai dengan Percaya Diri
Memilih pakaian rafting yang tepat bukan soal gaya, tapi soal menyiapkan tubuh menghadapi arus yang tak selalu tertebak.
Dengan pakaian yang cepat kering,
fleksibel, aman, dan nyaman, kamu bisa menikmati setiap jeram tanpa rasa
khawatir.
Rafting
adalah tentang kerja sama, petualangan, dan momen penuh adrenalin. Dan semuanya
akan terasa jauh lebih menyenangkan kalau kamu memulai dari persiapan kecil
namun penting seperti ini.
.gif)
FAQ
1. Kenapa pakaian rafting tidak boleh asal pilih?
2. Bahan pakaian apa yang paling cocok untuk rafting?
3. Apakah boleh memakai pakaian berbahan katun saat rafting?
4. Bagaimana model pakaian rafting yang ideal?
5. Alas kaki apa yang paling aman untuk rafting?
📖 Lihat Sumber Informasi dan Gambar
02. songarafting.co.id
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan Canva
.webp)

